Welcome To The Land of Smiling People........



Tampilkan postingan dengan label Ilmuwan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmuwan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Agustus 2011

Max Arie Wotulo


Max Arie Wotulo (lahir di Langowan, Sulawesi Utara, 5 Agustus 1932; umur 78 tahun) adalah seorang matematikawan dan pecatur Indonesia.

Max mulai mengenal permainan catur pada 1946. Saat itu, kakaknya, A.H. Wotulo, pulang berlibur dari sekolahnya di Bandung. Ia membawakan hadiah untuk Max sebuah papan catur dan bidaknya. Sejak itu ia mulai mempelajari permainan itu dengan bantuan kakaknya dan buku-buku catur.

Senin, 01 Agustus 2011

Dr. Gerungan Saul Samuel Jozias Ratulangi (Sam Ratulangi)


Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi atau lebih dikenal dengan nama Sam Ratulangi (lahir di Tondano, Sulawesi Utara, 5 November 1890 – meninggal di Jakarta, 30 Juni 1949 pada umur 58 tahun) adalah seorang politikus Minahasa dari Sulawesi Utara, Indonesia. Ia adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Sam Ratulangi juga sering disebut-sebut sebagai tokoh multidimensional. Ia dikenal dengan filsafatnya: "Si tou timou tumou tou" yang artinya: manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia.

Dr. Gerungan Saul Samuel Jozias Ratulangi (Sam Ratulangi)


Dr. Gerungan Saul Samuel Jozias Ratulangi or Ratu Langie (November 5, 1890 - June 30, 1949), usually known as Sam Ratulangi, was a Minahasa politician, journalist and teacher from North Sulawesi, Indonesia. His famous saying in the Tondano language 'Si Tou Timou Tumou Tou' is translated as 'man lives to educate others'.
The son of Jozias Ratulangi and Augustina Gerungan, both from wealthy, well-respected Minahasa families, Sam Ratulangi was born in Tondano, North Sulawesi, at the time a part of the Dutch East Indies. He was a gifted student, who after completing his studies in Tondano and Batavia went to Amsterdam in the Netherlands for further studies. He graduated from a teacher's college as a science teacher in 1915, studied for two more years at the University of Amsterdam, and in 1919 earned his Ph.D. at the University of Zurich, Switzerland.