* Nama : - SUMUAL, Herman Nicolas Ventje
* Nama Populer/Alias : - Ventje Sumual
* Pangkat/NRP : - Letkol Inf. / 15958 (Brigadier Jenderal ADREV)
* Tempat & Tgl Lahir : - Remboken/Minahasa, 11 Juni 1923
* Orang Tua : - Ayah : Sersan KNIL ...
Ibu :
* Istri : - 1. (Orang Jawa) cerai?
2. Henny Lie Pondaag (cerai 1961)
3. Hetty Warouw (bekas istri Dee Gerungan)
* Pendidikan Umum : - Holland Inlandsche School (HIS) di Minahasa
- Meer Uitgrebreid Lager Onderwijs (MULO) di Minahasa
- Kotabu Kain Yo Seijo Sekolah Pelayaran Tinggi
Kaigun Jepang (Bagian Mesin) di Makassar (1942-1944)
- Fakultas Hukum - UGM di Yogyakarta (1946-1948)
* Pendidikan Militer : - Sekolah Staf & Komando AD (SSKAD)
Welcome To The Land of Smiling People........
Tampilkan postingan dengan label General. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label General. Tampilkan semua postingan
Selasa, 02 Agustus 2011
Letkol Inf. Herman Nicolas Ventje Sumual
Laksamana Bernard Kent Sondakh
Original source : http://id.wikipedia.org/wiki/Bernard_Kent_Sondakh
Laksamana Bernard Kent Sondakh (lahir di Tobelo, Halmahera, Maluku, 9 Juli 1948; umur 63 tahun) adalah Kepala Staf TNI Angkatan Laut dari 25 April 2002 hingga 18 Februari 2005.
Pendidikan yang pernah diterima antara lain, Kursus Komandan Kapal Atas Air (1985), Seskoal Angkatan-26 (1988/1989), Operational Artilery di Yugoslavia (1990), Sesko ABRI Angkatan-20 (1993/1994), dan KSA Angkatan-8 Lemhannas (2000).
Ia pernah ditugaskan sebagai Komandan Gugus Keamanan Laut Armada Barat (1995), Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal III (1996), Komandan Komando Pendidikan TNI AL (Kodikasl; 1997), Asrena Kasal (2000), Asops Kasal (2000), dan Irjen TNI (2001).
Laksamana Bernard Kent Sondakh (lahir di Tobelo, Halmahera, Maluku, 9 Juli 1948; umur 63 tahun) adalah Kepala Staf TNI Angkatan Laut dari 25 April 2002 hingga 18 Februari 2005.
Pendidikan yang pernah diterima antara lain, Kursus Komandan Kapal Atas Air (1985), Seskoal Angkatan-26 (1988/1989), Operational Artilery di Yugoslavia (1990), Sesko ABRI Angkatan-20 (1993/1994), dan KSA Angkatan-8 Lemhannas (2000).
Ia pernah ditugaskan sebagai Komandan Gugus Keamanan Laut Armada Barat (1995), Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal III (1996), Komandan Komando Pendidikan TNI AL (Kodikasl; 1997), Asrena Kasal (2000), Asops Kasal (2000), dan Irjen TNI (2001).
Laksamana Rudolf Kasenda
Original source : http://id.wikipedia.org/wiki/Rudolf_Kasenda
Laksamana Rudolf Kasenda (lahir di Rantepao, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, 15 Mei 1934 – meninggal di Jakarta, 11 Juli 2010 pada umur 76 tahun) adalah Kepala Staf TNI Angkatan Laut dari 1986 hingga 1989. Selain itu ia juga pernah menjadi Duta Besar untuk Korea Selatan periode 1990 - 1993.[1]Pendidikan yang pernah diterima antara lain, SLA di Ujungpandang (1952) dan Institut Akademi Angkatan Laut, Surabaya (1955). Ia pernah ditugaskan sebagai Wakil Asisten Operasi KSAL (1975-1978), Asisten Logistik Hankam (1978-1981), Panglima Armada RI (1981), dan Deputi Logistik KSAL (1985).
Laksamana Rudolf Kasenda (lahir di Rantepao, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, 15 Mei 1934 – meninggal di Jakarta, 11 Juli 2010 pada umur 76 tahun) adalah Kepala Staf TNI Angkatan Laut dari 1986 hingga 1989. Selain itu ia juga pernah menjadi Duta Besar untuk Korea Selatan periode 1990 - 1993.[1]Kol. Alex Evert Kawilarang
Original source : http://id.wikipedia.org/wiki/Alex_Evert_Kawilarang
Alex Evert Kawilarang (lahir di Batavia (kini Jakarta), 23 Februari 1920 – meninggal di Jakarta, 6 Juni 2000 pada umur 80 tahun) adalah salah seorang perwira militer yang termasuk Angkatan '45 dan mantan anggota KNIL.Latar belakang
Alex lahir dari sebuah keluarga militer. Ayahnya, A.H.H. Kawilarang, adalah seorang mayor KNIL asal Tondano, sementara itu ibunya, Nelly Betsy Mogot, berasal dari Remboken. Kawilarang, seorang suku Minahasa dari sub-suku Toulour.
Pendidikan
Alex menempuh pendidikan dasarnya di sebuah Europeesche Lagere School (ELS), mula-mula di Tjandi, Semarang dan kemudian di Tjimahi, Jawa Barat. Selesai dari situ, ia melanjutkan ke Hogere Burger School (HBS-V) di Bandoeng, setara dengan SMP/SMA yang lamanya 5 tahun.
Selesai dari pendidikan menengahnya, Alex mengikuti jejak ayahnya dan mengikuti pendidikan militer, mula-mula di Corps Opleiding Reserve Officeren (CORO) (Korps Pendidikan Perwira Cadangan KNIL) (1940), yang dilanjutkannya ke Koninklijk Militaire Academie (Akademi Militer Kerajaan) (KMA) darurat di Bandoeng dan Garoet, Jawa Barat (1940-1942).
Kelak ia juga sempat mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando AD (SSKAD) di Jakarta.
Selesai dari pendidikan menengahnya, Alex mengikuti jejak ayahnya dan mengikuti pendidikan militer, mula-mula di Corps Opleiding Reserve Officeren (CORO) (Korps Pendidikan Perwira Cadangan KNIL) (1940), yang dilanjutkannya ke Koninklijk Militaire Academie (Akademi Militer Kerajaan) (KMA) darurat di Bandoeng dan Garoet, Jawa Barat (1940-1942).
Kelak ia juga sempat mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando AD (SSKAD) di Jakarta.
Senin, 01 Agustus 2011
Letjen TNI (Pur). Gustaf Hendrik Mantik
Original source : http://id.wikipedia.org/wiki/Gustaf_Hendrik_Mantik
Gustaf Hendrik Mantik (lahir di Bandung, Jawa Barat, 26 April 1928 – meninggal di Jakarta, 8 Agustus 2001 pada umur 73 tahun) adalah Gubernur Sulawesi Utara periode 1978-1985. Walaupun ia lahir di Bandung tetapi darah Minahasa kental mengalir dalam dirinya. Karena itulah ketika revolusi fisik masih bergolak G.H. Mantik menjadi Komandan Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS) wilayah Bandung-Jakarta. Secara resmi ia terdaftar sebagai anggota militer aktif ketika menjadi Bintara Brigade Guntur di Divisi Siliwangi pada tahun 1946. Ia juga turut aktif dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun, penumpasan pemberontakan APRA di Bandung, penumpasan pemberontakan RMS di Maluku, dan berbagai operasi militer lainnya. G.H. Mantik sempat menjabat Asisten II Kodam V/Jaya pada tahun 1963 bahkan pada tahun 1967 ia menjadi anggota DPR GR. Sebelum menjabat Pangdam IX/ Mulawarman, G.H. Mantik memegang posisi sebagai Kepala Staf Garnizun Ibukota.
Letjen TNI (Pur). Evert Erenst Mangindaan
Original Source : http://id.wikipedia.org/wiki/E.E._Mangindaan
Evert Erenst Mangindaan (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 5 Januari 1943; umur 68 tahun) adalah Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu II dan Gubernur Sulawesi Utara periode 1995-2000. Ia diangkat menjadi Gubernur menggantikan Cornelis John Rantung. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Pangdam VIII/Trikora. Setelah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara, ia terpilih sebagai anggota DPR dan menjabat sebagai Ketua Komisi II periode 2004-2009.
Evert Erenst Mangindaan (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 5 Januari 1943; umur 68 tahun) adalah Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu II dan Gubernur Sulawesi Utara periode 1995-2000. Ia diangkat menjadi Gubernur menggantikan Cornelis John Rantung. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Pangdam VIII/Trikora. Setelah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara, ia terpilih sebagai anggota DPR dan menjabat sebagai Ketua Komisi II periode 2004-2009.
Langganan:
Postingan (Atom)


