Welcome To The Land of Smiling People........



Tampilkan postingan dengan label Gubernur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gubernur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Agustus 2011

Gubernur DKI - Hendrik Hermanus Joel Ngantung - (Henk Ngantung)


Hendrik Hermanus Joel Ngantung atau juga dikenal dengan nama Henk Ngantung (Manado, tahun 1921 - Jakarta, 12 Desember 1991) adalah seorang pelukis Indonesia dan Gubernur Jakarta untuk periode 1964-1965.

Sebelum menjadi Gubernur Jakarta, Henk dikenal sebagai pelukis tanpa pendidikan formal. Bersama Chairil Anwar dan Asrul Sani, ia ikut medirikan "Gelanggang". Henk juga pernah menjadi pengurus Lembaga Persahabatan Indonesia-Tiongkok 1955-1958. Henk juga merupakan seorang pelukis dan budayawan dari organisasi Lekra yang pada saat itu berafiliasi ke PKI. Sebagai pengurus Lekra ia juga memprkarsai berdirinya Sanggar Gotong Royong.

Senin, 01 Agustus 2011

Drs. Sinyo Harry Sarundajang

Original source : http://id.wikipedia.org/wiki/Sinyo_Harry_Sarundajang


Drs. Sinyo Harry Sarundajang (lahir di Kawangkoan, Minahasa, Sulawesi Utara, 16 Januari 1945; adalah Gubernur Sulawesi Utara. Pada pemilihan Kepala Daerah Sulawesi Utara 2005-2010, ia berpasangan dengan Freddy Harry Sualang.

Pendidikan :


Adolf Jouke Sondakh


Adolf Jouke Sondakh (lahir di Suluun, Minahasa, Sulawesi Utara, 20 Juni 1939 – meninggal di Singapura, 8 Maret 2007 pada umur 67 tahun) adalah seorang politikus Indonesia, yang juga pernah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara periode 2000-2005.

Adolf dilahirkan sebagai seorang di antara enam bersaudara dari keluarga Pdt. Markus Lolombulan Sondakh dan Dora Rosaly Rawung. Salah seorang adiknya adalah Prof.Dr.Ir. Lefrand Winston "Lucky" Sondakh, MEc., tokoh pendidikan di Sulawesi Utara.

Letjen TNI (Pur). Gustaf Hendrik Mantik


Gustaf Hendrik Mantik (lahir di Bandung, Jawa Barat, 26 April 1928 – meninggal di Jakarta, 8 Agustus 2001 pada umur 73 tahun) adalah Gubernur Sulawesi Utara periode 1978-1985. Walaupun ia lahir di Bandung tetapi darah Minahasa kental mengalir dalam dirinya. Karena itulah ketika revolusi fisik masih bergolak G.H. Mantik menjadi Komandan Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS) wilayah Bandung-Jakarta. Secara resmi ia terdaftar sebagai anggota militer aktif ketika menjadi Bintara Brigade Guntur di Divisi Siliwangi pada tahun 1946. Ia juga turut aktif dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun, penumpasan pemberontakan APRA di Bandung, penumpasan pemberontakan RMS di Maluku, dan berbagai operasi militer lainnya. G.H. Mantik sempat menjabat Asisten II Kodam V/Jaya pada tahun 1963 bahkan pada tahun 1967 ia menjadi anggota DPR GR. Sebelum menjabat Pangdam IX/ Mulawarman, G.H. Mantik memegang posisi sebagai Kepala Staf Garnizun Ibukota.

Hein Victor Worang


Hein Victor Worang (lahir di Tontalete, Sulawesi Utara, 12 Maret 1919; umur 92 tahun) adalah Gubernur Sulawesi Utara periode 1967-1978.
Pada saat-saat permulaan masa jabatannya di tahun 1967, ia harus berhadapan dengan berbagai pihak yang menantangnya. Pada waktu itu misalnya terkenal Peristiwa 2 September (1968) yang dengan pelopor Corps Tuhanura berusaha mengusir Worang dari jabatannya sebagai gubernur.
Tapi tak lama setelah ia berhasil menyelesaikan hal tersebut dan tantangan berikutnya adalah membereskan propinsi yang lumpuh akibat pergolakan PRRI/Permesta. Belum lagi keadaan perekonomian yang belum pulih seperti kopra diakibatkan kebun kelapa yang tak terurus selama bertahun-tahun, maupun sebab prasarana jalan hampir tiada bekas lagi.

Soenandar Prijosoedarmo

Original source : http://id.wikipedia.org/wiki/Soenandar_Prijosoedarmo

Soenandar Prijosoedarmo (Sidoarjo, 1924 - Arab Saudi, 1984), adalah Gubernur Jawa Timur periode 1976-1983. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara periode 1966-1967.
Ia diangkat menjadi Gubernur Jawa Timur menggantikan R.P. Mohammad Noer. Setelah menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur, ia kemudian diangkat sebagai anggota DPR dan menjadi Wakil Ketua DPR/MPR. Soenandar Prijosoedarmo meninggal ketika menjalankan ibadah haji pada tahun 1984.

Letjen TNI (Pur). Evert Erenst Mangindaan

Original Source : http://id.wikipedia.org/wiki/E.E._Mangindaan

Evert Erenst Mangindaan (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 5 Januari 1943; umur 68 tahun) adalah Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu II dan Gubernur Sulawesi Utara periode 1995-2000. Ia diangkat menjadi Gubernur menggantikan Cornelis John Rantung. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Pangdam VIII/Trikora. Setelah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara, ia terpilih sebagai anggota DPR dan menjabat sebagai Ketua Komisi II periode 2004-2009.

DR. Arnold Achmad Baramuli


Achmad Arnold Baramuli (lahir di Pinrang, Sulawesi Selatan, 20 Juli 1930 – meninggal di Jakarta, 11 Oktober 2006 pada umur 76 tahun) adalah seorang politikus, pengusaha, dan mantan jaksa asal Indonesia. Berasal dari Partai Golkar, ia adalah pendiri Grup Poleko yang pernah berusaha dalam industri kimia.

Dr. Gerungan Saul Samuel Jozias Ratulangi (Sam Ratulangi)


Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi atau lebih dikenal dengan nama Sam Ratulangi (lahir di Tondano, Sulawesi Utara, 5 November 1890 – meninggal di Jakarta, 30 Juni 1949 pada umur 58 tahun) adalah seorang politikus Minahasa dari Sulawesi Utara, Indonesia. Ia adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Sam Ratulangi juga sering disebut-sebut sebagai tokoh multidimensional. Ia dikenal dengan filsafatnya: "Si tou timou tumou tou" yang artinya: manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia.

Dr. Gerungan Saul Samuel Jozias Ratulangi (Sam Ratulangi)


Dr. Gerungan Saul Samuel Jozias Ratulangi or Ratu Langie (November 5, 1890 - June 30, 1949), usually known as Sam Ratulangi, was a Minahasa politician, journalist and teacher from North Sulawesi, Indonesia. His famous saying in the Tondano language 'Si Tou Timou Tumou Tou' is translated as 'man lives to educate others'.
The son of Jozias Ratulangi and Augustina Gerungan, both from wealthy, well-respected Minahasa families, Sam Ratulangi was born in Tondano, North Sulawesi, at the time a part of the Dutch East Indies. He was a gifted student, who after completing his studies in Tondano and Batavia went to Amsterdam in the Netherlands for further studies. He graduated from a teacher's college as a science teacher in 1915, studied for two more years at the University of Amsterdam, and in 1919 earned his Ph.D. at the University of Zurich, Switzerland.